June 12, 2017

Catatan Ulang Tahun

Kemarin saya ulang tahun dan kayaknya momen ini pas banget untuk update blog yang terlalu lama dicuekin pemiliknya ini. Catatan pertama di tahun 2017 justru isinya  curhatan ulang tahun. Ya, ngga papa, semoga kedepannya bisa konsisten update minimal seminggu sekali. 

29 tahun, bukan angka yang muda lagi tentunya. Tahun depan, tepat 3 dekade saya hidup. Freak out, tentu saja. Melihat angka yang mulai menanjak tua dan pencapaian yang belum seberapa. Mulai terbayang di kepala saya, akan seperti apa saya ketika tua nanti.  Apakah saya akan menua sendiri atau bersama orang terkasih? Jika menua sendiri, bagaimanakah saya akan menjalaninya? Bahagia bersama anjing kesayangan atau masih harus bekerja keras agar tetap bisa makan?

Lalu, bagaimana dengan mimpi-mimpi saya? Pada usia berapa saya akan meraihnya sempurna? Saya selalu berkata “usia hanyalah angka”, tapi nyatanya ketika realita di depan mata, rasanya ya sakit juga. Melihat target-target yang meleset serta waktu yang terbuang dan mustahil diulang.

Tapi, sebelum saya larut dalam kecemasan lebih jauh lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih. Pada Tuhan yang selera humornya kepalang tinggi sehingga saya kadang ngga ngerti. Yang sering kasih kejutan di ujung ujian.

Pada Ibu dan Babab yang dengan cara meraka masing-masing mengajarkan saya pada banyak hal dan membuat saya menjadi orang yang (semoga) lebih baik lagi.

Saya percaya orang yang kita temui sehari-hari membawa makna dalam hidup, besar atau kecil. Ibarat buku, mereka adalah bab-bab yang memiliki cerita dan maknanya sendiri. Terima kasih untuk kalian yang pernah atau masih bersinggungan dengan saya hingga sekarang.

Saya tidak berharap jalan yang mulus di tahun mendatang, saya berharap diberi kaki yang lebih kuat untuk berlari mengejar yang harus  saya raih.


Amin. 

October 13, 2016

A Series of Unfortunate Events: Keujanan Bolak Balik

Teman saya pernah bilang, hati-hati saat berdoa. Perhatikan setiap kamliat yang muncul dan pastikan kamu tahu apa yang akan kamu minta. Gunanya agar saat doa terkabul, keinginan tepat sasaran dan ngga salah. Contohnya ketika saya berdoa bisa liburan ke Bali dengan biaya yang murah dan terwujud dengan penugasan saya selama 4 hari ke Pulau Dewata tersebut untuk bekerja. Teman saya bilang, “lo berdoa salah sih, Cha. Cuma bilang pengen liburan ke Bali doang. Jadi kan dikabulin beneran pergi ke Bali dibayarin tapi buat kerja.”

Saya kurang setuju dengan pendapat teman saya tadi. Bagi saya, ngga ada yang salah dengan doa seseorang. Selain itu, bukankah Tuhan Maha Mengetahui, sehingga apa pun bentuk doa pasti Dia tidak pernah luput memahami maknanya.Saya sangat mantap yakin dengan teori berdoa saya barusan sampai akhirnya saya dikhianati oleh teori tersebut.

Kejadiannya tadi siang. Karena terpapar asap rokok di ruangan AC selama lebih dari 2 jam, suhu badan saya jadi panas. Suhu badan yang naik ditambah terik matahari bikin badan makin ngga enak lagi. Saking ngga betahnya saya ngebatin pengin berendam di air dingin atau bak penuh es batu. Dan doa saya terkabul. Hujan deras turun tepat saat saya sedang berada di Grab menujun sebuah mall untuk meeting. Baju saya pun basah kuyup karena menerjang hujan. Sesampainya di lokasi, saya sukses menjadi cosplay tikus kecebur got tanpa usaha yang berarti. Saya juga sukses kedinginan hingga menggigil.

Ngga berhenti sampai di situ. Sepertinya alam memang sedang ngajak saya bercanda. Saat saya sedang meeting di ruangan ber-AC, hujan berhenti. Dengan keyakinan hujan sudah selesai, saya pun kembali mengguakan Grab Bike untuk kembali ke kantor. Dan ternyata selama perjalanan hujan turun walapun tidak sederas tadi tapi lumayan bikin basah celana yang sudah setengah kering.


Yak, dari kejadian ini saya jadi mengerti betapa saktinya sebuah doa.

September 16, 2016

A Series of Unfortunate Events: Bertepuk Sebelah Tangan

“Gebetan abadi gue tanggal 18 besok nikah. Ha ha.”

“Ehe he he, pilu yak. Gue sih udah biasa.”

“Lo ditinggal nikah sama gebetan lo juga?”

“Ngga sih, tapi setiap orang yang gue naksir ngga pernah naksir balik. Kurang lebih sama pilunya lah yaa”  

Percakapan di atas terjadi beberapa malam lalu via WhatsApp. Isinya galau ya? Padahal saya masih cengengesan saat menuliskan kalimat terakhir dan saya yakin begitu pun dengan lawan chat saya di seberang pulau sana. Tapi setelah chat selesai, kalimat terkahir pun menimbulkan banyak pertanyaan di benak saya. Iya, ternyata benar bahwa tidak satu orang pun yang saya naksir memilki perasaan yang sama dengan saya. Lalu, apakah jangan-jangan ternyata ada manusia yang memang ditakdirkan untuk selalu bertepuk sebelah tangan? Apakah jangan-jangan memang ada manusia yang diciptakan untuk berakhir sendiri?

Nothing takes the taste out of peanut butter quite like unrequited love. -Charlie Brown-

August 29, 2016

Belajar Hand lettering Seru di Hari Minggu

Minggu, 28 Agustus 2016 kemarin Akber Bekasi mengadakan kelas bareng mba Winda Krisnadefa. Kali ini mba Winda ngga sharing seputar penulisan cerita fiksi atau novel lagi, tapi dia akan sharing seputar hand lettering. Saya menyebut mba WInda ini ibu-ibu yang ngga bisa diem nganggur. Selain aktif sebagai seorang blogger, mba WInda ini juga sering bikin-bikin barang kerajinan tangan.

Kelas kali ini berbentuk mini workshop karena mba Winda langsung transfer ilmu hand lettering-nya dengan praktek tanpa ba bi bu lagi. Walaupun sama-sama bermakna menulis indah, tapi hand lettering dan kaligrafi adalah 2 hal yang berbeda meskipun perbedaannya tidak terlalu banyak. Karena kaligrafi adalah tulisan dari kitab suci Qur’an, maka ada banyak peraturan dan mazhab yang harus diikuti. Sedangkan hand lettering berfokus kepada jenis tulisannya atau bisa disebut typography dalam dunia desain grafis. Pastinya hand lettring mempunyai gaya dan peraturan yang lebih luwes daripada kaligrafi. Bentuk huruf dan ornamen hiasan di sekitar tulisanya pun tergantung dari kreatifitas pembuatnya.

Tangan yang luwes ternyata tidak hanya wajib dimiliki seorang penari tradisional. Jika ingin membuat hand lettering yang sempurna tanpa cela yaa kuncinnya ada di keluwesan tangan memainkan kuas di atas media tulisan. Makanya kemarin kami belajar menggunakan kuas dengan ukuran paling kecil dan tinta Cina, Kata mba Winda untuk melatih tangan dan belajar mengendalikan sapuan kuas. Jadi berasa kayak orang-orang jaman dulu aja gitu yang nulisnya masih pake bulu. Haha :D

Hanya ada dua aturan dalam hand lettering: sapuan kuas ke atas harus tipis dan sapuan kuas ke bawah harus tebal. Iya, cuam dua itu doang. Jika sudah menguasai dua peraturan dasar tersebut, maka kamu udah bisa bikin kreasi tulisan macem-macem.

Seiring dengan makin maraknya seni hand lettering ini, maka selain  sebagai hobi hand lettering juga bisa dijadikan peluang bisnis. Mba Winda sendiri sudah pernah menghias beberapa cafĂ© di Bekasi dengan karyanya. Seru banget kan! Berawal dari iseng-iseng, terus jadi hobi dan lanjut ke bisnis.

Merasa tulisannya jelek bak cakar ayam? Ngga usah minder. Yang penting konsisten belajar nulis setiap harinya minimal 10 menit biar tangannya lemes dan luwes, begitu saran mba Winda. Di akhir kelas kami semua pamer hasil karya masing-masing. Ngga usah tanya gimana karya saya ya, udah pasti hancur berantakan bleberan sana sini. Hehe :D


Sampai jumpa di kelas selanjutnya, Akberians!


August 6, 2016

Indonesia itu AJAIB!

Buat saya, Indonesia itu negara yang ajaib. Mulai dari lokasi geografisnya, budayanya, makanannya, semuanya. Kenapa saya bilang ajaib? Oke, kita bahas satu-satu yaa. 

Pertama, letak geografis Indonesia itu ajaib. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, udah pasti Indonesia punya banyak banget pulau, jumlahnya ada lebih dari 17 ribu pulau. Itu pun yang masuk itungan, yang masih misteri dan belom dihitung masih banyak lagi. Karena negara kepualuan, otomatis Indonesia juga punya banyak pantai cantik. Saya sendiri pernah main sebentar di salah satunya. Coba deh gugling Pantai Cemara Kecil di Kepulauan Karimun Jawa. Waktu saya ke sana, mulut saya sampe pegel melongo saking terkesima sama pantai cantiknya. Oh pemandangan bawah lautnya juga ngga kalah cantik sama pantainya. Ngga suka ke pantai karena takut kulit gosong? Tenang, pegunungan di Indonesia juga ngga kalah keren. Mulai dari gunung yang isinya pasir sampe gunung yang isinya salju, Indonesia punya. Sayangnya, belum satu pun gunung di Indonesia yang saya datangi. Tapi udah masuk bucket list kok.

Kedua, budaya Indonesia itu ajaib. Indonesia punya 1.340 suku bangsa, itu pun menurut sensus BPS tahun 2010. Tiap suku punya budayanya masing-masing, mulai dari bahasa, baju adat sampe ke rumah adat. Geser pulau dikit, bahasanya udah beda. Satu bahasa daerah pun punya tata bahasa berbeda. Contohnya bahasa Jawa. Belajar bahasa Jawa itu sama aja kayak belajar 3 bahasa dan ternyata ini juga berlaku di bahasa daerah lain. Ajaib kan?! Kalo ada satu aja negara yang punya budaya sebanyak Indonesia, coba kasih tahu saya ya. Ceritain sampe jelas.

Ketiga, makanan Indonesia itu ajaib. Karena Indonesia salah satu negara penghasil rempah terbesar, otomatis makanan Indonesia “mandi bumbu” dan kaya rasa. Oh tiap daerah juga punya makanan khas masing-masing. Contohnya soto. Soto di Bandung jauh berbeda dengan soto yang di Padang tapi dua-duanya udah pasti enak, karena saya seorang sotovora hehe :D


Diantara segala kekurangannya, ada lebih dari cukup alasan untuk jatuh cinta kepada Indonesia. Indonesia itu kayak mantan terindah, susah dilupain. Indonesia juga kayak Raisa, cantik dan susah ditolak. J

July 24, 2016

Belajar Presentasi di Akber Bekasi

Setelah sebulan cuti lebaran, Sabtu kemarin Akber Bekasi bikin kelas lagi. Kali ini kami belajar seputar bagaimana berpresentasi dengan efektif. Bisa dibilang kelas ini adalah kelas lanjutan karena beberapa waktu yang lalu (lupa kapan tepatnya karena udah lama banget) Akber Bekasi juga pernah bikin kelas tentang membuat slide presentasi yang catchy dan menarik bareng Mas Seno Pramuadji.

Yang akan sharing ilmu kali ini adalah Dynamic Duo, Attie Ringo dan Fransisca Purnamasari. Ini adalah kelas ketiga Mam’ Attie mengajar di Akber Bekasi tapi baru kali ini saya bisa datang. Mam’ Attie adalah seorang professional public speaker yang sudah mengantongi sertifikat public speaker internasional. Nah, kalau Ms. Fransisca ini awalnya adalah seorang bankers yang kemudian tertarik dengan dunia public speaking lalu menjadi asisten Mam’ Attie.

The Dynamic Duo sedang beraksi
Berbicara di depan orang banyak dan berpresentasi memperkenalkan diri atau barang memang gampang-gampang susah, apalagi buat saya yang gampang gugup dan kikuk. Yang gampang itu komentarin orang lain. Haha =))

Sesi pertama dimulai oleh Ms. Fransisca yang membahas tentang  persiapan sebelum presentasi. Untuk menyiapkan slide presentasi yang baik sebelumnya kita harus menentukan tujuan presentasi kita, lalu kumplukan data tentang topik yang akan dipresentasikan, setelah itu bisa susun kerangkanya untuk kemudian diubah satu per satu menjadi slide presentasi.

Menyusun slide pun ngga sembarangan. Hindari membuat slide yang penuh dengan tulisan. Buat slide yang ringkas, simple dan mengena. Gunakan gambar menarik agar slide tidak membosankan, tapi jangan sembarang pilih gambar juga. Hindari menggunakan gambar yang beresolusi rendah atau yang memiliki watermark. Hihi keliatannya ribet ya? Tenang, kalo latihan sering-sering ini jadi hal yang gampang, begitu kata Ms. Fransisca.

Selain itu, hindari menggunakan bullet points. Ingat kamu sedang membuat slide presentasi bukan makalah apalagi modul seminar. Buatlah satu pesan dalam satu slide, agar slide kamu enak dilihat dan tidak terlau penuh dengan tulisan. Banyak ya pantangannya. Makanya ngga heran untuk mempersiapkan slide presentasi kelas Akber ini, Ms. Fransisca butuh waktu 2 hari. *applause*

Memang menyiapkan slide presentasi memakan waktu lebih lama daripada saat berpresentasi. Tapi perlu diingat, slide hanyalah sebagai pendukung presentasi. Yang utama adalah bagaimana kita akan menyampaikan slide tersebut. Gimana caranya? Giliran Mam’ Attie yang menjelaskan.

Menurut Mam’ Attie, presentasi yang baik diawali dengan menghargai waktu. Sebaknya presenter datang ke lokasi satu jam sebelum acara dimulai. Kenali dan pelajari lingkungan serta suasana tempat presentasi, berteman dengan audience yang sudah hadir. Ini berguna untuk membangun percaya diri karena percaya diri adalah faktor paling penting dalam melakukan presentasi.

Hanya butuh beberapa detik saja untuk audience dapat menentukan suka atau tidak terhadap presentasi yang disampaikan. Jadi, perhatikan gerak tubuh kita saat berpresentasi. Kontak mata juga penting, agar audience merasa dilibatkan dalam presentasi dan tidak ditinggalkan. Selain itu, bagaimana kita membuka presentasi juga penting. Buka presentasi dengan menarik bisa dengan quotes, pertanyaan, humor atau  kejadian seru yang terjadi sebelum mulai presentasi. Ini bertujuan untuk memancing perhatian audience.

Walaupun sudah ada slide, membuat cue card juga penting. Selain untuk contekan, cue card juga berfungsi sebagai time keeper dan juga sebagai pagar pemabatas agar kita tidah salah arah saat berpresentasi. Hindari mengguman “umm, ah, aa” dan sebagainya. Bagaimana cara mengatasinya? Perbanyak latihan hingga gumaman hilang. “Tidak ada yang pintar seketika”, begitu kata Mam’ Attie.  Last but not least, jangan lupa senyum!

Kelas berjalan dengan meyenangkan. Pembawaan Mam’ Attie yang lincah membuat suasana kelas menjadi santai dan tidak membosakan (malahan nagih). Sayangnya, karena harus menghadiri acara di tempat lain, kelas harus berakhir lebih cepat. Tapi, di akhir kelas ada kejadian di luar rencana. Walaupun kelas sudah berakhir, tidak ada satu pun murid beranjak dari kursi masing-masing, padahal jam sudah menunjukan waktunya makan siang. Ngga mau kehilangan kesempatan eksis, saya dan Mbabudhit pun menantang 3 murid melakukan presentasi impromptu dengan benda-benda yang ada di sekitar. Sebagai hadiah, kami memberikan buku Kelas. Kebetulan pemenang yang terpilih baru sekali datang ke kelas Akber.

Esti, Christian dan Asti. Tiga orang murid yang coba-coba presentasi impromptu.
Walaupun harus melalui drama internal saat persiapan, namun kelas berjalan lancar. Murid puas menyerap ilmu dari guru dan Mam’ Attie dengan senang hati mengajar lagi jika ada waktu. Yay! \o/

Ritual wajib seusai kelas: foto bareng! Saya ngga ada, soalnya jadi tukang potonya :(
Terima kasih banyak Mam Attie dan Ms. Fransisca sudah mau meluangkan sedikit waktu di tengah agenda yang padat untuk sharing  di Akber Bekasi. Terima kasih juga Omah Belajar untuk kerjasamanya sehingga kelas ini bisa berjalan dengan lancar. Dan juga terima kasih kebangetan untuk para relawan yang bertugas. Kalian memang kece! Semoga segera dipertemukan yhaa (entah sama apa) :P

Sampai ketemu di kelas berikutnya. Salam berbagi bikin happy! :D 


“Anybody who keeps learning, keeps you stay young” -Attie Ringo-


Akber Bekasi X Omah Belajar

June 30, 2016

Teruntuk Agus, Blacky dan Shiro

Dear Agus, Blacky dan Shiro,

Apa kabar kalian? Semoga kalian senang-senang terus ya di manapun kalian berada.

Sebelumnya saya mau minta maaf. Minta maaf karena ngga ngurusin kalian dengan baik. Minta maaf juga udah sering cuekin kalian, membiarkan kalian berdebu tanpa mandi berbulan-bulan.

Saya ngaku, saya bukan majikan yang baik. Saya sering lalai untuk memenuhi semua permintaan kalian. Saya terlalu fokus pada apa yang tidak saya punya sehingga melupakan kalian. Saya minta maaf jika hari-hari dalam hidup kalian bersama saya tidak menyenangkan.

Saya juga mau berterima kasih. Terima kasih atas waktu yang sudah kalian berikan untuk saya. Kalian tahu kan, waktu itu adalah mata uang paling mahal. Tidak ada kembaliannya. Terima kasih kalian sudah mengajarkan saya banyak hal dan juga mengenalkan saya pada orang-orang hebat.

Percayalah, ketika saya tahu kalian direbut paksa secara diam-diam, saya sangat sedih. Teramat sedih sehingga saya hanya bisa tertawa bukan menangis. Saya sempat tidak percaya kalian telah pergi.

Kalian tahu ngga? Bahkan setelah kalian hilang, kalian masih memberi saya banyak pelajaran. Pelajaran tentang ikhlas dan yakin semua yang kita miliki sesungguhnya tidak benar-benar dimiliki.


PS:

Agus, Blacky dan Shiro adalah laptop, blackberry hitam dan handphone Samsung putih saya yang hilanh 3 tahun lalu di rumah ketika banjir. Hihi :D